
“Semakin jarang dipakai, semakin awet”
Statement ini tidak berlaku untuk AC mobil. Pada kenyataannya, Kompresor AC mobil bisa mengalami kerusakan jika terlalu lama tidak digunakan.
Hal ini sering terjadi pada mobil yang jarang dipakai atau mobil yang hanya digunakan sesekali saja. Jika dibiarkan dalam waktu lama, beberapa komponen dalam sistem AC bisa mengalami masalah yang akhirnya membuat AC tidak dingin atau bahkan tidak berfungsi sama sekali.
Kenapa Kompresor AC Bisa Rusak Jika Jarang Dipakai?
Di dalam sistem AC mobil terdapat oli kompresor yang berfungsi untuk melumasi komponen di dalam kompresor.
Saat AC dinyalakan, oli ini akan bersirkulasi mengikuti aliran freon untuk melumasi bagian-bagian penting seperti:
Jika AC terlalu lama tidak dinyalakan, oli tidak bersirkulasi, sehingga komponen di dalam kompresor bisa menjadi kering dan mempercepat keausan.
Kompresor AC memiliki beberapa seal atau karet penutup yang berfungsi menjaga agar freon tidak bocor.
Jika AC jarang dipakai:
Akibatnya, freon bisa berkurang dan AC menjadi tidak dingin.
Mobil yang lama tidak digunakan biasanya akan mengalami perubahan suhu dan kelembapan di dalam mesin.
Hal ini bisa menyebabkan:
Jika kondisi ini terjadi, kompresor bisa berbunyi kasar atau bahkan rusak.
Freon dalam sistem AC sebenarnya tidak cepat habis. Namun jika mobil jarang dipakai dalam waktu lama, ada kemungkinan kebocoran kecil pada seal atau sambungan pipa.
Akibatnya tekanan freon menurun dan AC tidak lagi menghasilkan udara dingin secara maksimal.
Kompresor AC mobil memang bisa mengalami kerusakan jika terlalu lama tidak digunakan. Hal ini disebabkan oleh oli yang tidak bersirkulasi, seal yang mengering, serta kemungkinan karat pada komponen di dalam kompresor.
Karena itu, meskipun mobil jarang dipakai, nyalakan AC secara berkala agar sistem AC tetap terjaga dan kompresor lebih awet.